Langsung ke konten utama

🚀 From Manual Purchasing Processes to AI-Enabled Business Workflow

 


Dalam beberapa bulan terakhir, saya terlibat dalam pengembangan sebuah initiative yang cukup menarik: sebuah Platform AI untuk proses purchasing yang masih manual, yang kami rancang untuk membantu bisnis F&B bertransformasi dari proses operasional yang masih fragmented menjadi workflow yang lebih structured, connected, and intelligent.

Project ini berawal dari assessment pada sebuah F&B Holding Group dengan beberapa outlet dan kebutuhan operasional yang cukup kompleks, termasuk outlet di Lebak Bulus, Pacific Place, dan Dago Bandung.

Salah satu pain point yang kami temukan cukup familiar di banyak bisnis:

➡️ Request purchasing melalui WhatsApp
➡️ Data purchasing tersebar di Excel dan berbagai dokumen
➡️ Nama item tidak konsisten antar outlet
➡️ Proses PR → PO → Goods Receiving masih dilakukan secara manual
➡️ Data Point of Sales belum terhubung dengan proses procurement & inventory
➡️ Approval dan reconciliation membutuhkan effort yang cukup besar

Yang menarik, pada kondisi awal belum terdapat dedicated application untuk mengelola end-to-end purchasing dan inventory workflow tersebut.

Sebagian besar proses masih dilakukan secara manual menggunakan WhatsApp, Excel, dan dokumen pendukung, sementara Point of Sales (POS) menjadi salah satu sistem aplikasi existing yang digunakan untuk aktivitas penjualan.

Artinya, challenge-nya bukan sekadar bagaimana menambahkan AI ke aplikasi yang sudah ada.

Kami perlu membangun business application-nya sekaligus merancang bagaimana AI dapat menjadi bagian dari workflow tersebut.

🧠 Bukan Sekadar Membangun Chatbot

Pendekatan yang kami gunakan bukan hanya membuat chatbot untuk menjawab pertanyaan user.

Kami membangun AI-enabled business workflow, di mana application layer menangani proses bisnis dan transactional control, sementara AI menjadi intelligence layer yang membantu menangani pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak manual intervention.

Salah satu perubahan penting dalam workflow adalah bagaimana kami memisahkan communication channel dengan transactional workflow.

WhatsApp Group → Notification / Reference

Telegram Group → Operational Workflow

WhatsApp tetap dapat digunakan sebagai channel pemberitahuan atau referensi, sehingga user tidak harus kehilangan kebiasaan komunikasi yang sudah berjalan.

Namun untuk proses yang membutuhkan structured data, AI processing, approval, dan workflow tracking, proses diarahkan melalui Telegram Group.

Contohnya:

Telegram → AI Extraction → Item Classification → Purchase Request → Approval → PO → Goods Receiving → OCR → Verification → Inventory

AI dapat membantu memahami input yang bersifat semi-structured maupun unstructured, seperti request purchasing melalui chat, dokumen, maupun foto.

Sementara itu:

Business Rules → Authorization → Approval → Transaction → Audit Trail

tetap dikelola oleh application layer.

🏗️ Building the Application + AI Architecture

Karena starting point-nya adalah proses yang masih manual, architecture yang dibangun mencakup bukan hanya AI component, tetapi juga business application layer untuk mendigitalisasi workflow tersebut.

Yang juga menjadi bagian menarik dari architecture ini adalah penggunaan local AI infrastructure.

Kami tidak mendesain sistem dengan asumsi bahwa hanya ada satu LLM yang digunakan untuk seluruh kebutuhan.

Sebaliknya, architecture diarahkan untuk mendukung multiple local LLM, sehingga model dapat dipilih berdasarkan kebutuhan dan karakteristik task.

Misalnya:

Small / Fast Model → Classification, Routing, Intent Detection

Larger Model → Complex Reasoning, Extraction, Business Context

Specialized AI Component → OCR / Document / Image Processing

Model-model tersebut dijalankan pada local server infrastructure, sehingga architecture dapat memiliki kontrol yang lebih besar terhadap:

  • Data privacy
  • Network dependency
  • Model selection
  • Inference workload
  • Resource utilization
  • Cost management
  • AI service availability

Beberapa technology dan architectural components yang kami eksplorasi:

  • LLM / Multiple Local LLM
  • Local AI Server
  • RAG & Vector Database
  • Qdrant
  • PostgreSQL
  • Temporal Workflow
  • MCP Adapter
  • Telegram Gateway
  • OCR
  • Purchasing & Inventory Application
  • POS Data Integration
  • Multi-tenant SaaS Architecture
  • Human-in-the-loop Approval

Dengan pendekatan ini, objective-nya bukan sekadar “membuat proses menjadi digital”, tetapi membangun fondasi yang memungkinkan proses tersebut kemudian menjadi AI-assisted dan progressively automated.

🔄 From Manual Process → Application → AI → SaaS

Menariknya, scope project ini kemudian berkembang.

Awalnya fokus pada kebutuhan satu F&B Holding Group dengan beberapa outlet, termasuk Lebak Bulus, Pacific Place, dan Dago Bandung.

Namun dari proses assessment tersebut muncul insight bahwa problem yang sama sebenarnya dapat terjadi pada banyak bisnis, mulai dari UMKM hingga multi-branch F&B.

Karena itu, architecture mulai diarahkan menjadi multi-tenant SaaS, dengan beberapa business maturity level:

L0 — Mikro (Usaha F&B Mikro)

Basic / non-digital operation

L1 — Kecil

Basic digital operation

L2 — Menengah

Multi-branch + POS + integrated operational data

Dengan prinsip:

Start simple → digitize the process → integrate the data → add intelligence when the data is ready.

Bagi saya, bagian paling menarik dari project ini bukan hanya technology stack-nya.

Tetapi bagaimana kita menerjemahkan:

Manual Business Process → Digital Application → Integrated Data → AI Capability → Business Value

dan kemudian membangun architecture yang cukup fleksibel untuk berkembang dari single use case menjadi scalable multi-tenant platform.

Karena pada akhirnya:

Digital transformation is not about adding AI to everything.

It is about understanding the business first, designing the right workflow, building the right digital foundation, and then placing AI where it can create meaningful leverage.

And sometimes, the most interesting AI architecture doesn't start with a sophisticated application.

It starts with WhatsApp, Excel, manual processes, and a real business problem that needs to be solved. 🚀

#AI #ArtificialIntelligence #DigitalTransformation #FNB #FoodAndBeverage #SaaS #MultiTenant #LocalAI #LLM #RAG #MCP #Procurement #Purchasing #InventoryManagement #EnterpriseArchitecture #ProjectManagement #AIEngineering